Sesuatu Yang Hilang

Pagi ini gue terbangun dan seperti kebiasaan kebanyakan manusia milenial abad ini, hal pertama yang gue lakukan setelah bangun tidur adalah…ngecek hape. Dan lagi, ketika buka hape pun yang gue buka adalah sosmed yaitu twitter. Gue mulai buka akun twitter gue, ngecek kolom list gue yang isinya kebanyakan—bukan kebanyakan tapi kayaknya emang semuanya—acc fanbasenya EXO. List gue masih sama, masih suram dan gak bergairah. Berbeda sekali dengan list twitter gue ketika gue SMA. Saat gue gak semangat dengan rutinitas gue sebagai siswa SMA, gue bisa dengan mudahnya menaikaan mood gue hanya dengan buka twitter dan spazzing tentang EXO. Tapi semua berubah sejak tahun 2014. Everything changes. Gue kehilangan kata “menyenangkan” saat spazzing. Herannya, sampai saat ini gue masih update dan spazzing tentang idol favorit gue yang udah gue suka selama lima tahun—dan bentar lagi enam karena dalam hitungan bulan EXO bakal ngerayain debut mereka yang keenam.

Gue bahkan gak ngerti sama diri gue sendiri ketika gue tidak mendapat kesenangan yang sama seperti apa yang dulu gue rasakan saat spazzing dulu, tapi gue malah tetap melakukan itu. Mungkin karena itu sudah menjadi rutinitas gue selama kurang lebih tujuh tahun. I became fangirl since 2010. Super Junior was the first group that I stan. And Kyuhyun was my first bias. But I stopped like Super Junior just because Kyuhyun participated on We Got Married. Kadang gue suka ketawa kalau keinget ini. Setelah itu gue jadi random dan suka sama banyak grup. Tapi yang paling getol banget setelah lepas dari Super Junior adalah Boyfriend. Gue suka banget sama Jo Twins karena mereka…ganteng. Hahaha. Sampai pada akhirnya EXO mulai debut dan mengeluarkan teaser para membernya satu persatu-satu. Dari situ gue mulai kehilangan minat gue terhadap grup idol lain dan gue cuma berfokus ke satu grup aja yaitu EXO.

EXO membawa sesuatu yang baru buat hidup gue pas SMA. Waktu kelas 10, gue gak punya teman yang benar-benar dekat. Gue lebih fokus belajar sambil fangirlingan (dan jadi nyamuk karena temen sebangku gue itu punya pacar dan pacaranya itu duduk di depan gue). Waktu itu gue inget banget pas EXO ngeluarin lagu mereka yang What is Love, disitu gue langsung jatuh cinta sama mereka. Gue selalu ngedengerin What is Love di setiap kesempatan. Entah di rumah saat ngerjain tugas yang seabrek-abrek, ketika dibonceng Bokap naik motor ke sekolah, pas jam istirahat, pas ngegabut di kelas. Pokoknya hampir setiap saat gue ngedengerin What is Love. Sampai pada akhirnya EXO debut dan ngeluarin album mereka. Sepanjang tahun 2012, ada enam lagu yang selalu gue putar tanpa bosan dan membuat hidup gue jadi lebih fun yaitu ; 1. What is Love, 2. History, 3. MAMA, 4. Two Moons, 5. Machine, 6. Into Your World (Angel).

EXO juga membawa gue menjadi kenal dengan sahabat-sahabat gue yang sekarang. Jadi waktu naik ke kelas 11, gue masuk ke kelas 11 IPS 2. Pada saat itu gue belum punya teman sebangku. Sampai pada akhirnya ada satu orang yang bilang “Nanti lo duduk sama A aja”. Dan gue jawab “Oh, oke.” Gue bukan tipikal orang yang ribet sama teman sebangku. Jadi yaa gue iya-iya aja. Tanpa gue sangka, ternyata si A ini temenan sama R, yang mana si R ini ternyata dulunya adalah satu almameter sama gue di SMP. Gue emang orangnya rada kuper sih dan kurang suka gaul—kayaknya sampe sekarang deh. Dari A, gue jadi mulai dekat juga sama si R yang notabennya gak pernah gue kenal secara pribadi, tapi mukanya sering gue lihat pas SMP. Gue bisa deket sama A awalnya juga karena waktu itu kita bahas soal KPOP. Kita ngebahas soal boygroup dan seinget gue dulu dia bilang ke gue “Pliss, racunin gue soal EXO”. Dan gue cuma bisa ketawa. Abis itu gue bawa lah majalah EXO pertama—dan yang terakhir karena selama suka sama EXO gue mulai cuma beli majalah sekali karena bisa dapet segalanya dari internet—yang gue punya. Waktu itu gue inget banget kalau gue masukin majalah EXO itu ke dalam amplop Harry Potter. Terus tiba-tiba salah teman lain si A datang yaitu si S. Gue pun dikenalin sama S ini. Si S kemudian ngebuka map Harry Potter gue dan menemukan majalah EXO. Kemudian dia teriak, “Argh ! Baekhyun”. Dari situ gue jadi sering ngobrol bareng A dan S soal KPOP. Bahkan si S sempat ngerampok folder EXO gue. Hahahaha.

Selain sama S, R juga sering ikut nimbrung buat ngomongin KPOP. Waktu itu gue lagi bawa laptop sambil nonton perfom idol gitu dan gue lupa perfomnya siapa. Kayaknya perfomnya f(x) yang Electric Shock pas di SMTown in Tokyo deh. Entahlah gue lupa. Terus tiba-tiba datang dua orang lain yaitu si Y dan si D. Si Y suka banget sama MBLAQ. Karena gue emang tahu MBLAQ dan ngedengerin lagu-lagunya sejak SMP, jadi yaa gue nyambung sama Y.  Sementara dengan D, waktu itu gue masih belum begitu dekat. Seingat gue waktu itu si D sempat ada masalah sama A, S dan Y sehingga frekuensi gue ketemu sama D pun gak sesering sama A, S, R dan Y. Tapi endingnya kita semua jadi dekat setelah A mengajak gue untuk ikut nimbrung ngobrol di kantin hari Jumat setelah pulang sekolah. Topik yang diobrolin pun gak jauh-jauh dari KPOP dan juga…EXO.

EXO membawa pengaruh besar dalam hidup gue. Kalian boleh mencap gue lebay tapi nyatanya memang begitu. EXO itu udah kayak sosok kakak cowok, pacar dan teman cowok yang gue butuhin. Gue gak punya kakak cowok karena gue anak pertama. Gue gak pernah punya pacaran, dan jangan tanya alasannya apa. Gue gak pernah punya teman cowok yang akrab, sebab gue dulu masih ngerasa risih berteman akrab dengan cowok. Gue selalu menganggap kalau cowok tuh gak mau akrab sama gue. Padahal mah gak gitu juga. So…ya gitu lahh.

Saat SMA gue ngerasa lengkap. Gue punya sahabat-sahabat cewek yang satu minat dan bisa diajak berbagi yaitu A, R, S, Y dan D. Gue juga punya sosok yang bisa dijadikan sebagai kakak cowok, pacar dan juga teman cowok, yaitu EXO. Tapi semua berubah saat badai itu datang dan menjungkirbalikan kehidupan gue.

Kata orang di dunia gak ada satu pun hal yang statis. Semuanya dinamis dan pasti bergerak menuju sebuah perubahan. Ketika gue lulus SMA, gue merasakan hal tersebut. Hidup gue mulai berubah. Dan lagi, itu semua karena…EXO. Gue senang karena mereka, tapi gue juga sedih karena mereka.

Proses pendewasaan tiap orang itu beda-beda. Untuk merasakan yang namanya patah hati dan kecewa gak mesti dengan pacaran. Dan gue merasakan yang namanya patah hati serta kecewa itu dari EXO. Mungkin untuk orang yang tidak pernah merasakan hal serupa kayak gue akan mencemooh gue. Tapi yaa gue sih harap maklum. Sebab, orang baru bisa mengerti keadaan orang tersebut apabila dia sudah mengalami hal serupa atau setidaknya berusaha untuk menempatkan dirinya sendiri ketika berada di posisi orang tersebut. Gue pernah curhat sama teman kuliah gue nanya pendapat dia mengenai gue dan EXO. Temen gue bilang “Mungkin Tuhan maunya lo patah hati sama grup kesukaan lo. Takutnya kalau lo patah hati sama cowok real yang ada lo malah gak kuat. Gue udah sering sakit gara-gara cowok real, dan rasanya gak enak.” Disitu gue mulai mikir, emang sesakit itu yaa dikecewain cowok beneran ? Dikecewain oppa aja gue nangis mulu sebulan dan sakit selama seminggu karena kehilangan sumber kebahagian gue. Member favorit gue hengkang dari grup coy !! Gue mau lihat apa lagi coba di grup kalau member favorit gue udah gak ada. Tapi entah kenapa gue masih bertahan. Mungkin karena gue sudah terlalu terbiasa dengan kehadiran EXO dan para member lainnya—gak cuma member favorit gue doang—dalam hidup gue. They’re kind of source my happiness.

Yepp !!!! EXO is source of my happiness. Dengan melihat mereka gue bisa senyum dengan mudah. Walaupun gue sempet merasa sakit dan kecewa, tapi sekarang gue udah bisa ketawa dan senyum lagi karena mereka. Tapi dibalik senyum dan ketawa gue yang sekarang, dibaliknya tersembunyi sebuah ketakutan. Ketakutan akan dikecewakan lagi. Gue takut setelah gue senyum dan ketawa, badai itu datang lagi. Gue seakan selalu mewanti-wanti diri gue sendiri untuk tidak terlalu berbahagia. Sebab jikalau badai itu datang, gue akan siap. Dan gue mulai membatasi diri. It feels hurts, but…it’s necessary.

Banyak harapan yang gue tunjukan buat mereka, salah satunya adalah untuk tetap jadi source of my happiness. Tapi kadang gue juga lupa kalau mereka manusia biasa. Memang pada dasarnya berharap sama manusia itu gak baik. Karena ketika lo terlalu berharap sama manusia, maka Tuhan akan cemburu. Dan ketika Tuhan cemburu, Tuhan akan mulai membolak-balikan hati lo, membuat lo bingung dengan perasaan lo sendiri. Ingat, hatimu bukanlah milik lo.

Pada akhirnya gue sampe di sebuah titik dimana gue tidak bisa lagi menjadi EXO sebagai source of my happiness. Dan disitu gue merasa hidup gue hambar. Gak ada lagi kesenangan yang gue dapat ketika gue spazzing tentang mereka di twitter. Gak ada lagi keberanian untuk berekspetasi tinggi soal mereka. Gak ada lagi rasa senang yang membuncah seperti apa yang gue rasakan saat SMA dulu. Meskipun debaran kerap kali menerpa gue saat melihat mereka, tapi gue berusaha menahan debaran gue. Mereka gak bisa selamanya jadi pelarian dari kehidupan real life gue. Karena mereka fana. Tapi di sisi lain, gue berharap kalau mereka tetap bisa jadi pelarian gue, menjadi hiburan gue sampai kapan pun. Hanya saja gue takut kembali merasa kecewa karena menggantungkan taraf bahagia gue berdasarkan sekelompok boygroup yang bahkan gak mengetahui gue ada.

Gue masih belum tahu bagaimana caranya untuk membuat hidup gue menjadi lebih menyenangkan. Gue masih terus mencari. Dan gue harap gue segera menemukan hal tersebut. Sebab di belakang gue banyak orang yang mengharapkan gue untuk menjadi sesuatu yang membanggakan. Gue memang tidak bisa menjanjikan untuk jadi yang terbaik. Gue cuma bisa menjanjikan menjadi yang cukup dan baik.

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Sesuatu Yang Hilang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s