Selalu Ada Momen…

Suatu hari, gue berpikir soal bagaimana hidup gue di masa lalu. Dan setelah dipikir-pikir lagi, selalu ada momen di mana gue rindu akan kehidupan gue di masa lalu. Tapi di sisi lain, selalu ada momen di mana gue gak mau balik ke masa lalu. Karena itu terlalu berat, norak dan menyakitkan.

Selalu ada momen di mana gue rindu masa SMP. Masa di mana gue gak perlu khawatir soal tampilan fisik. Yang gue lakuin saat itu cuma baca buku, nonton film, makan sepuas hati, belajar, mengkhawatir nilai matematika gue yang gak pernah melebihi angka 7 dan main sama temen-temen gue. Di SMP gue bisa bilang ada masa paling the best setelah di SD gue jadi anak super kuper karena gak punya temen.

Selalu ada momen di mana gue rindu saat yang gue suka adalah artis disney dan aktor actress hollywood, bukannya seleb korea yang selalu bikin gue baper gak jelas. Dulu, sebelum gue mengenal kpop, gue suka banget nonton film-film disney semacam High School Musical, Camp Rock atau film-film disney lain yang biasanya bertemakan musical (walaupun sebenarnya cuma dua judul film itu yang gue tahun). Gue suka sama artis-artisnya, gue suka jalan cerita di filmnya. Pokoknya gue penggemar berat. Tapi setelah negara api menyerang (ketika kpop masuk ke dalam hidup gue), gue jadi berubah haluan dari barat ke timur. Dan semenjak itu, hidup gue BERUBAH. Pada momen itu lah, gue gak mau balik ke masa lalu. Masa di mana gue jadi anak norak yang orientasi hidupnya cuma buat korea-an. Hahahahaha.

Selalu ada momen di mana gue rindu masa SMA. Masa di mana gue bisa ketemu temen-temen baik gue setiap hari. Masa di mana gue bisa cerita apa aja ke mereka dan jalan sama mereka tanpa perlu janjian berbulan-bulan atau berminggu-minggu sebelumnya. Gak kayak sekarang, untuk bisa kumpul full team rasanya sulit. Harus menyesuaikan waktu masing-masing. Awalnya sih berat, tapi lama kelamaan gue ngerasa biasa aja. Karena pada dasarnya kita gak bisa kumpul bukan karena gak mau, melainkan karena gak bisa. Tapi gue bakal selalu meluangkan waktu minimal satu waktu dalam satu semester buat ketemu mereka.

Selalu ada momen di mana gue rindu ketika hal yang harus paling gue khawatirkan adalah lulus UN. Kehidupan orang dewasa gak seindah apa yang lo pikir. Responsibility adalah hal mendasar yang bahkan bisa jadi beban dalam hidup lo. Terlalu banyak tanggung jawab yang lo pikul ketika lo mulai beranjak dewasa. Banyak hal yang gue khawatirkan ketika gue sadar kalau gue udah mulai masuk ke usia dewasa. Terutama soal “gue ini entar mau jadi apa”. Karena jujur, gue adalah tipikal orang yang hidup kayak air. Ikutin arus, gak begitu ngikutin planning hidup yang pernah gue bayangkan. Membiarkan semuanya mengalir. Sebagian orang mungkin menganggap kalau hidup gue kayaknya tanpa arah banget. Karena pada dasarnya setiap orang harus punya rencana hidupnya sendiri. Tapi secara pribadi, gue pasti punya rencana buat hidup gue sendiri. Cuma yaa sepintar-pintar lo berencana, toh kalau Tuhan gak izinkan, semua gak akan terjadi. Jadi yaa selama hampir dua puluh satu tahun gue hidup, gue punya prinsip hidup ; jalani, lakukan yang terbaik, ambil yang terbaik dan jangan berpaku pada satu hal. Gue gak akan berpaku pada keinginan gue. Karena mungkin aja suatu saat gue bakal berubah yang awalnya pengen ini kemudian pengen itu. Jadi yang terpenting adalah jalani, lakukan yang terbaik, ambil yang terbaik dan jangan berpaku pada satu hal.

Selalu ada momen di mana gue rindu ketika hal yang gue tahu cuma lah buku, film dan musik. Semenjak kuliah, gue jadi mesti banyak belajar. Terutama soal kehidupan sosial yang memang jadi fokus utama studi gue. Makin kesini gue semakin berpikir kalau gue adalah orang yang gak cocok berkecimpung di dunia di mana gue harus mengkritik dan menganalisis suatu fenomena yang ada di masyarakat. Kadang di saat gue harus melakukan itu, gue selalu ngerasa kayak “gue kok kayaknya sok tahu banget, ya ?”. Otak gue selalu punya imajinasi yang terlalu tinggi. Kayak misalnya gue selalu berpikir kalau drama perpolitikan di Indonesia bakal punya semacam plot twist kayak di novel dan drama. Tapi nyatanya, siapa yang tahu, sih ?! Ketika lo tahu banyak soal polemik kehidupan sosial yang ada di sekitar lo, bakal ada momen di mana lo ngerasa takut. Gue gak bisa menggambarkan rasa takut yang gue bayangkan. Tapi yang jelas, gue ngerasa kalau kehidupan sosial dimana banyak drama yang terjadi di dalamnya itu begitu mengerikan dan sama sekali gak seindah buku yang gue baca, film yang gue tonton dan musik yang gue denger (gue benci baca atau nonton film yang sedih-sedihan sebenarnya. tapi meskipun begitu, gue tetep baca dan nonton kok. hahaha)

Banyak momen di mana gue ngerasa gue pengen balik ke momen itu. Tapi di sisi lain, ada banyak momen di mana gue gak mau balik. Karena pada dasarnya, sebaik-baiknya masa lalu, masa depan adalah yang terbaik. Ketika lo terpaku pada masa lalu, lo gak akan bisa bergerak ke masa depan. Lo bakal stuck  di tempat yang sama. Dan pada akhirnya adalah lo akan jadi sama, gak pernah jadi yang lebih baik lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s