Sang Penulis

typewriter-801921_960_720-880x587

“Ide mampet. Jemari mampet”

Lagi-lagi otaknya buntu. Jemarinya berhenti menari di atas papan ketik yang selalu menjadi arena bermainnya. Tidak, jemarinya bukan berhenti. Memang sedaritadi jarinya sama sekali tak berkutik. Idenya mampet. Jemarinya mampet.

Dia diam sejenak. Menghembuskan napas, menarik napas, lalu menghembuskannya lagi. Ia melakukannya secara berulang selama kurang lebih satu menit.

Gusar mulai menghampirinya. Hidupnya seakan hilang.

Apa yang harus dilakukan sang penulis yang tidak bisa menulis ?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s