The Last Person

655c6224144417132ba347336fb22a0f.jpg

Tertawa mungkin adalah hal yang paling Hyojoo butuhkan saat ini. Ya, dia butuh dihibur. Dia butuh tertawa.

Sudah lebih dari satu jam ia menyaksikan sebuah acara yang menyuguhkan stand up comedy dan sukses mengocok perutnya hingga menangis. Ditemani beberapa bungkus keripik kentang, Hyojoo menatap layar laptopnya dengan mulut yang tak berhenti mengeluarkan gelak tawa. Dan ketika ia selesai menonton acara stand up comedy yang ia lihat dari youtube dua jam kemudian, Hyojoo kembali merasakan kesunyian di kamarnya.

Hyojoo menutup laptopnya dan berjalan menuju tempat tidur. Seharian ia sengaja tidak menyalakan handphone setelah menerima beberapa pesan singkat dari sahabat dekatnya. Ia terlalu takut untuk mengaktifkan ponselnya sendiri. Jadi setelah hampir dua belas jam Hyojoo tak mengaktifkan ponselnya, Hyojoo memberanikan diri untuk meraih ponselnya dan menekan tombol power.

Beberapa pesan singkat langsung masuk ke dalam kontak inbox. Hyojoo membuka satu persatu pesan yang masuk dan rata-rata semua isinya adalah sama. “Selamat ulang tahun”, menjadi kalimat pertama yang Hyojoo lihat di setiap pesan singkat yang ia terima. Dari dua puluh pesan singkat yang ia terima, empat diantaranya berisi pesan singkat ucapan selamat ulang tahun. Sisanya, pesan singkat dari operator dan promo gratis dari beberapa brand ternama.

Hyojoo meletakan ponselnya di atas tempat tidur. Ia mulai memejamkan mata karena merasa lelah. Waktu sudah menunjukan pukul setengah dua belas. Tiga puluh menit sebelum pergantian tanggal. Setelahnya Hyojoo bisa bernapas lega. Tapi nyatanya Hyojoo tak bisa bernapas selega itu ketika ia mendengar suara ponselnya berdering nyaring.

Hyojoo terlonjak ketika mendapati sebuah nomor tanpa nama terpampang di layar ponselnya. Meskipun nomor yang menghubunginya tidak memiliki nama, namun Hyojoo tahu siapa pemilik nomor yang kini menelponnya.

Sejenak, Hyojoo terdiam. Ia membiarkan ponselnya terus berdering nyaring hingga akhirnya mati. Hyojoo menarik napas lega dan hendak meletakan ponselnya di atas meja. Tapi kemudian ponselnya kembali berdering. Nomor yang sama kembali menghubunginya. Dan lagi, Hyojoo berusaha mengindahkan panggilan tersebut. Ia meletakan ponselnya di bawah bantal dan berdiri seraya berjalan mondar-mandir di kamarnya dengan perasaan gelisah.

Sepuluh menit berlalu dan dering ponsel tak lagi terdengar. Hyojoo menyingkap bantal untuk mengambil ponselnya. Sebuah pesan singkat masuk.

Selamat ulang tahun, Hyojoo. Apa aku orang terakhir yang mengucapkannya ?

Hyojoo membaca pesan singkat itu dengan tangan bergetar. Lututnya lemas dan ia terduduk di atas lantai. Napasnya memburu sementaranya dadanya mulai sesak.

Hyojoo hampir saja melempar ponselnya ketika benda berbentuk persegi panjang itu kembali berdering. Nomor itu kembali menelpon. Hyojoo mengusap wajah frustasi. Tidak, ia tak boleh begini. Tanpa pikir panjang Hyojoo menekan tombol ‘answer’ dan mendekatkan ponselnya ke telinga.

“Hallo,” ucap Hyojoo dengan suara serak.

Diujung sana tak terdengar apapun kecuali helaan napas.

“Kalau kau tak kunjung bicara kututup teleponya,” kata Hyojoo ketus.

Selamat ulang tahun.”

Hyojoo menggigit bibirnya. Sudah lama sekali rasanya ia tak mendengar suara itu. “Oh, terima kasih…Kris”

Apa aku yang terakhir ?”

            Hyojoo diam sebentar. Ia menatap jam dinding di kamarnya yang menunjukan pukul sebelas lewat lima puluh menit.

“Mungkin,” sahut Hyojoo.

Maaf, karena selalu jadi yang terakhir,” ujarnya membuat Hyojoo hampir mengeluarkan tawa sinis.

“Kalaupun kau yang terakhir, tidak akan berkesan sedikit pun,” kata Hyojoo.

Kris tertawa diujung telepon. “Kuharap ada orang lain yang menjadi orang terakhir mengucapkan selamat ulang tahun untukmu.”

“Ya, aku harap begitu,” kata Hyojoo.

Selama beberapa detik mereka terdiam.

Kalau begitu kututup teleponnya. Selamat malam, Hyojoo.”

Hyojoo meletakan ponselnya di atas lantai dengan sedikit membantingnya. Hatinya terasa hampa. Hyojoo meletakan kepalanya di atas tempat tidur seraya menatap jam dinding yang terus berdetak. Sepuluh menit sebelum pergantian tanggal. Adakah orang lain yang akan memberi ucapan selamat untuknya lagi ?

Ponsel Hyojoo kembali berdering dan membuat jantung gadis itu melompat dari rongga dadanya. Hyojoo meraih ponselnya dan menatap layar dengan mata berbinar. Sebuah video call.

“SELAMAT ULANG TAHUN HYOJOO !!!!!!” seorang pria berambut coklat dengan kertas putih bertuliskan ‘Happy Birthday Hyojoo’ terpampang di layar ponsel Hyojoo.

Hyojoo tertawa lepas. Hatinya terasa hangat. “Terima kasih, Park Chanyeol.”

Hei, apa aku yang terakhir ?” tanyanya dengan wajah yang memenuhi layar ponsel Hyojoo.

Hyojoo mengangguk. “Yeah, you’re the last person.”

“Yess !!!” seru Chanyeol puas. “Oh, iya. Aku punya hadiah untukmu. Cek e-mail, ya. Sekali lagi….SELAMAT ULANG TAHUN HYOJOO !!! Bye !!!”

Chanyeol memutus sambungan video call mereka. Setelahnya Hyojoo mengambil laptop dan mulai mengecek e-mail dari Chanyeol.

Untuk sahabat dan partner kekonyolan terbaik.

            Hyojoo terkekeh pelan saat membaca pesan di e-mail Chanyeol. Chanyeol mencantumkan sebuah audio di e-mail yang ia kirim. Hyojoo mengunduh audio tersebut dan lalu memutarnya lewat music player. Seketika itu juga, suara Chanyeol yang diiringi alunan gitar menggema diseluruh kamarnya.

Selama beberapa saat, Hyojoo terdiam mendengarkan suara rekaman Chanyeol yang sedang bernyanyi. Dan untuk pertama kalinya ia merasa sangat bersyukur karena Chanyeol menjadi ‘orang terakhir’ dalam ulang tahunnya kali ini.

“Terima kasih si obat patah hati, Park Chanyeol,” gumam Hyojoo lalu mulai berbaring di tempat tidur dengan suara Chanyeol yang terus bergema di seluruh penjuru kamarnya.

end-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s