Berapa kali mesti retak ? Berapa kali mesti rusak ? Semua terasa samar. Antara bahagia dan merana.

Ku bertepuk satu kali. Namun yang kurasa hanya pedih. Meski nyatanya hati ini tak seharusnya bersedih.

Dia bebas.

Ya, dia bebas. Tak lagi terkekang. Semua merasa lega. Namun tidak denganku.

Aku kembali patah dan seakan sadar. Dia benar-benar pergi. Dan takkan pernah kembali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s