Tentang Dia

 

Anganku terlalu jauh untuk menggapainya. Dia itu bagaikan bulan yang sulit diraih. Sementara aku, jika diumpamakan aku ini hanya butiran pasir yang bahkan tak layak baginya.

Bermimpi adalah caraku untuk mengusir rasa gusar akan rindu yang terbenam. Membayangkan dia disini, bersamaku. Berbagi tawa, berbagi duka.

Lagi dan lagi. Aku menertawakan diriku. Tertawa karena anganku bagai asap yang tak dapat digenggam. Berfantasi tentangnya, membayangkan wajahnya, senyumnya.

Kutorehkan tinta hitam di atas buku harianku. Empat puluh lembar halaman terisi sudah. Dan semuanya adalah tentang dia.

Tentang dia….

Dia yang takkan pernah bisa kuraih.

********

Ini apa sih ? -_-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s