Lembar Terakhir untuk Negeri di Bawah Terik

Aku termenung
Menatap lembar terakhir di depanku
Sedih rasanya
Saat aku sadar
Bahwa ini adalah lembar terakhir
Lembar terakhir tuk ditulis
Kisah pasukan hijau
Dan negeri di bawah terik

Ramah senyuman
Ceria dan semangat
Embun pagi menyejukan
Dan terik mentari kala siang
Inilah yang takkan terlupa
Memori indah
negeri di bawah terik

Kini pasukan hijau harus pergi
Membawa kenangan manis
Tentang Negeri di bawah terik
PS : Puisi ini saya dedikasikan untuk Desa Kondangjajar. Dari pasukan hijau untuk negeri di bawah terik

Judgement

Gue jarang banget nulis hal-hal kayak gini. Tapi entah kenapa tangan gue gatel buat nulis.

Beberapa akhir ini gue mikir soal kebiasaan orang yang suka menilai seorang berdasarkan fisiknya. Misalnya kayak dia itu cantik lahh, dia itu ganteng lah, dia itu jelek lah, dia itu gendut lah, dia itu kurus ah dan sebagainya. Entah dari mana orang itu punya pendapat kalau itu orang cantik, ganteng, jelek, gendut Continue reading “Judgement”